Jumat, 09 April 2010

PROGRAM/SOFTWARE KOMPUTER GIZI



anthro2005


WHO Anthro 2005 merupakan program WHO untuk pengukuran BB (berat badan) dan TB (tinggi badan) berdasarkan consensus yang baru. Penulis sendiri masih mempelajari program ini, karena dalam penggunaannya belum ada yang berbahasa Indonesia. Kelebihan program ini mengikuti pertumbuhan dan perkembangan anak kita. Dan kelebihan lain ada buku petunjuk penggunaan program ini (bahasa inggris juga-red).

Alamat website : www.who.int/entity/childgrowth/software/en/
Alamat Email :

Nutrysurvey


Program/software ini merupakan program computer yang cukup handal menurut penulis karena selain sudah ada bahasa Indonesianya ( thanx UI, SEAMEO & TROPMED) program ini mencangkup perhitungan kalori dari anak sampai lansia, dan untuk versi aslinya mencangkup community. Kenapa penulis menyebutnya dan kawan-kawan, karena selain nutrysurvey ada juga beberapa program temennya seperti : ENA, VAC, LP dll. Kelemahan program ini adalah komposisi zat gizi (bahan makanan Indonesia) agak (berbeda) dengan DKBM (Daftar Kompoisis Bahan Makanan) Indonesia, entah salah dalam memasukkan data atau salah program tsb. (Bandingkan beberapa bahan makanan).
Akan tetapi penulis bukan melihat kelemehan tsb, akan tetapi kelebihannnya (BAGUS BANGET). Untuk menunduh (download) dan mempelajarinya, silahkan unduh dialamat di bawah ini :
Alamat website : www.nutrisurvey.de
Alamat Email : mail@nutrisurvey.de

ODS (Ohio Diet System).

Program diet 1 hari ini penulis pernah pelajari tahun 1995, sebagai oleh-oleh dari dosen Akzi dari luar negri (Poltekes Jurusasn Gizi-Red), akan tetapi penulis tidak begitu tertarik akan program ini karena program tersebut kaku hanya diperuntukan untuk orang asing (bahan makanannya tidak bisa di tambahkan oleh bahan makanan Indonesia). Kelebihan program ini bentuknya 1 disket 1.44 M, dan telah dioprasikan pada OS Windows (pada waktu itu cukup hebat). Akan tetapi penulis kehilangan program tsb, bila ada yang punya program tsb tolong kirim melalui email : ides_ht@yahoo.com.


FOOD PROCESSOR 2


Program ini penulis temukan pada tahun 1993, waktu itu FP1 dan satu tahun kemudian berubah menjadi FP2, huruf dua tersebut sering disebut versi 2 akan tetapi terakhir FP2 yang saya punya merupakan versi 3.14. Hak cipta program tersebut ESHA Reasearch, Cetphan MSP. Program ini cukup handal dalam menghitung kandungan zat gizi, dan ukuran file cukup kecil, karena berjalan pada DOS/CMD. Akan tetapi untuk orang yang sudah terkena”racun” Microsoft OS Windowsnya program ini memiliki kekakuan tidak bisa diprint (cetak-red) pada printer laser atau tinta, kecuali orang yang “tukang ngoprek” DOS, disitu ada fasilitas yang mentransfer data ke word processor agar bisa di cetak di printer laser atau tinta.

Senin, 17 Desember 2007


PENDAHULUAN

Komputer dan gizi belakang ini menjadi sorotan pemerhati IT, dimana para pemerhati gizi berusaha membuat suatu program/software mengenai gizi untuk tujuan tertentu, seperti perhitungan kandungan zat gizi, konsultasi gizi, pengolahan data dan lain-lain.
Saya merekap beberapa program computer yang berhubungan dengan gizi. Diantaranya :
1. FP2 (Food Processor versi 2)
2. ODS (Ohio Diet System)
3. Nutrysurvey dkk.
4. WHO Antro 2005
5. CD Menu (beberapa orang menyebutnya FP3)
6. EKM (Untuk kasus epilepsy)
7. Nutriclin2
8. Epi Info / Epi Info 2000
9. Template Microsoft
10. Program IDS
11. Sabrina Processor
12. Human Energy & Nutrition Individu (HENI)
13. 15Mail Processor
14. IDS 2012
15. IHT 2012

Bahan Tambahan Makanan
1. Pengertian
Pengertian dari bahan makanan tambahan adalah suatu bahan yang biasanya digunakan sebagai bahan tambahan makanan yang dikonsumsi langsung, yang bisa mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan maksud teknologi dalam pembuatan, penyediaan, perlakuan, pewadahan, pembungkusan, penyimpanan, pemindahan, pengangkutan dan penyajian makanan jadi, atau untuk memperoleh makanan jadi yang khas.(Depkes,2007).

2. Maksud dan Tujuan Penggunaan Bahan Makanan Tambahan
Maksud dan tujuan penggunaan bahan pengawet adalah menngendalikan proses pembusukan atau peruraian agar bahan makanan dapat disimpan lebih lama sehingga dapat didistribusikan kepada konsumen.(Depkes, 2007).
Maksud dan tujuan penggunaan bahan pewarna adalah:
a.       Untuk menngendalikan warna asli suatu produk makanan yang rusak atau pudar akibat proses pengolahan.
b.      Untuk memperbaiki atau menambah warna makanan yang asalnya tidak berwarna atau warnanya kurang menarik.
c.       Untuk memberikan warna yang seragam pada produk yang diolah pada waktu yang berlainan.
d.      Untuk menarik perhatian konsumen. (Depkes, 2007).

3. Macam Bahan Tambahan Makanan
Macam dan jenis bahan/zat tambahan makanan banyak sekali antara lain dalam penggunaan pengawetan dan pewarna.
a.       Cara Alamiah/fisika
1)      Cara-cara alamiah untuk pengawetan
a)            Proses dehidrasi (pengeringan)
Proses pengeringan dapat dilakukan dengan sinar matahari atau dengan alat pengering yang umumnya menggunakan udara panas dengan suhu yang dapat diatur dengan system hampa udara. dengan cara ini kadar air dapat diturunkan sampai 5% sehingga dapat menghambat pertumbuhan jasad renik. kelemahan proses ini adalah bentuk bahan makanan yang diawetkan menjadi berubah, misalnya sayur atau buah menjadi keriput dan ada kemungkinan terjadinya penurunan nilai gizi karena rusaknya vitamin-vitamin.
b)            Proses “Freeze Drying”
Proses pengeringan yang dilakukan pada suhu yang sangat rendah (-20º C) dan dalam hampa udara hingga air menguap melalui proses sublimasi. kadar air dapat diturunkan hingga kurang lebih 2%  dan sifat makanan praktis tidak berubah, serta mempunyai daya awet minimum 2 tahun.
c)            Proses Sterilisasi
Makanan dipanaskan hingga 100-120 ºC dalam wadah tahan panas misalnya kaleng. Cara ini biasanya dilakukan pada pembuatan makanan kaleng. kelemahan proses ini adalah rusaknya vitamin-vitamin.
d)           Proses Pasteurisasi
Pemanasan secara bertingkat pada suhu dibawah 100ºC (kurang lebih 80ºC). Cara ini biasanya digunakan untuk makanan yang mengalami kerusakan jika dipanaskan pada suhu tinggi. proses pasteurisasi hanya memberikan keawetan terbatas, kira-kira satu minggu.
e)            Proses Pendinginan (Refrigeration).
Proses pengawetan makanan dengan cara pendinginan pada suhu rendah (5-10ºC). Pada proses ini tidak membunuh bakteri, tetapi hanya menghambat pertumbuhannya dan menghambat aktivitas enzim.
f)             Proses Pembekuan
Proses pendinginan pada suhu jauh dibawah titik beku (-18ºC). Biasanya digunakan untuk menyiapkan daging dan ikan. Pada proses ini pendinginan dilakukan sangat cepat dengan maksud agar hablur es yang terjadi dalam jaringan sel makanan dalam keadaan serbuk halus. Harus dihindari terjadinya hablur yang besar dan tajam karena dapat merusak jaringan sel.
g)            Proses Radiasi
Bahan makanan disinari dengan sinar gama dengan intensitas tertentu. Proses ini sekarang sedang dikembangkan.
2)      Bahan/zat tamabahan makanan alamiah untuk pewarnaan
a)            Diperoleh dari biji makanan, Bisla arellanan yang termasuk familia komponen zat warna. Warna umumnya pigmen kuning dan jingga memberi reaksi seperti karoten. Pewarna ini banyak digunakan untuk memberikan warna pada mentega, margarine, keju, minyak dan es krim.
b)            Karoten
Karoten merupakan pigmen yang paling banyak ditemukan dalam tanaman maupun hewan, misalnya pada wortel, tomat, aprikot, sari buah jeruk dan udang lobster. Dari 100 macam karetinoid yang telah diketahui hanya beberapa jenis yang telah diisolasi atau disintesa untuk digunakan sebagai pewarna makanan. pewarna tersebut antara lain, Betakaroten, beta-ape-8-karotenal, santasantin, bixin, dan xamtofil.
c)            Safron
Safron adalah pewarna yang diperoleh dari pigmen tanaman Crossus sativus L. yang termasuk familia Iridaceae. Zat utamanya adalah Crocin yang memberikan warna jingga.
d)           Karamel
Karamel adalah cairan atau serbuk berwarna coklat gelap yang diperoleh dari pemanasan karbohidrat secara terkontrol yaitu dekstrosa, gula invert, laktosa, sirup malt, molase, hidrolisat pati dan sukrosa.
e)            Karmin
Karmin berasal dari insekta Cossus cacti L. zat warna utamanya adalah asam karminat. Pewarna ini larut dalam air dan memberikan warna merah tua, dalam suasana asam memberikan warna kuning sampai violet.
f)             Klorofil
Klorofil adalah zat warna yang terdapat dalam daun, permukaan batang tanaman dan kulit buah-buahan. Klorofil tidak larut dalam air tetapi dalam pelarut organik.
g)            Turmerik
Turmerik atau curcumin adalah zat warna yang diperoleh dari kunyit (Carvuma Longa L.) dari familia Zingiberaceae. Tumerik tidak larut dalam air tetapi larut dalam alcohol, larutan asam atau alkali. Pada suasana asam memberikan warna kuning cerah dan pada suasana alkalis memberikan warna merah kecoklatan.
h)            Titanium dioksida
Titanium dioksida merupakan pigmen berwarna putih. kegunaan utamanya adalah sebagai “sub coating”ndan “icing” pada industri kembang gula.
b.      Cara Buatan/kimia
1)      Dalam penggunaan Pengawetan
Pengawetan cara buatan/kimia yang diizinkan di Indonesia untuk makanan adalah:
a)            Asam Benzoat dan garamnya
Asam benzoat telah lama digunakan sebagai bahan pengawet makanan, dan biasanya digunakan sebagai garam natriumnya karena lebih mudah larut dalam air. Benzoat aktif terhadap bakteri dan ragi, tetapi kurang aktif terhadap jamur. Benzoat mempunyai aktifitas optimum pada pH 2,5-4,0. pada pH 2,3-2,4 dengan kadar 200-300mg/kg telah cukup untuk menghambat pertumbuhan mikroba. sedangkan pada pH 3,0-4,0 diperlukan kadar 600-1000mg/kg. Jadi benzoat cocok untuk mengawetkan makanan pada pH rendah .


b)            Asam sorbat dan garamnya
Asam sorbat merupakan asam lemak yang tidak jenuh berupa hablur putih yang tidak berasa dan tidak berbau. Dalam bentuk asam sukar larut, sedangkan dalam bentuk garamnya mudah larut. Terhadap bakteri, sorbat  mempunyai aktifitas optimum pada pH rendah sampai 0,5 seperti asam benzoat, aktifitasnya makin besar pada pH yang makin kecil.
Penggunaan yang luas dari sorbat sebagai pengawet disebabkan karena dapat digunakan dengan berbagai cara, misalnya :
(1)   Sebagai pengawet langsung pada “salads” dan kue-kue.
Dalam hal ini sorbat dicampurkan pada lemak roti (shortening) atau hiasan kue, yang kemudian dilapiskan pada makanannya.
(2)   Sorbat dapat digunakan dalam bentuk lapisan tipis, yaitu dengan melarutkan sorbat dalam larutan tertentu dan dilapiskan pada bahan pembungkus, kemudian pelarutnya  diuapkan.
(3)   Sorbat dapat digunakan dengan cara menyemprotkan pada makanan atau mencelupkan makanannya dalam larutan sorbat, misalnya pada keju, buah kering, ikan asap dan sebagainya. Pada makanan yang prosesnya menggunakan  ragi, sorbat tidak dapat digunakan secara langsung karena akan menghambat aktifitas ragi. Dalam hal ini sorbat disemprotkan pada makanan yang telah jadi atau pada pembungkusnya. Sorbat juga sering digunakan bersama-sama pengawet lain, misalnya :
(4)   Dalam minuman ringan, sirup dan sari buah, sorbat dikombinasikan dengan asam benzoat, tetapi tidak mengakibatkan perubahan rasa dan bau pada makanannya. Dengan cara kombinasi, masing-masing pengawet digunakan dengan kadar yang lebih rendah daripada  digunakan sendiri-sendiri.
(5)   Pada pengawet anggur (wine) yang biasanya digunakan belerang dioksida, dapat ditambahkan sorbat karena belerang dioksida hanya efektif terhadap bakteri tetapi tidak efektif terhadap ragi. Penambahan sorbat pada anggur yang berkadar gula tinggi akan menghambat aktifitas ragi selama penyimpanan. Asam sorbat dan garamnya mempunyai toksisitas yang lebih rendah jika sibandingkan dengan asam benzoat.
c)            Asam propionat dan garamnya
Asam propionat adalah salah satu senyawa asam karboksilat alifatis yang mempunyai sifat aktif terhadap jasad renik. Sifat ini makin nyata jika rantainya makin panjang dan pada pH yang semakin kecil. Tetapi makin panjang propionat (karena rantainya yang makin panjang) mempunyai baud an rasa yang kurang sedap.
Asam propionat berupa cairan yang berbau keras dan korosif. Pada pengolahan makanan yang digunakan adalah garam natrium dan kalsiumnya. Kedua garam ini berupa serbuk putih yang mudah larut dalam air.
Asam propionat dan garamnya tidak aktif terhadap ragi tetapi aktif terhadap jamur. Berdasarkan pertimbangan ini, asam propionat digunakan untuk mencegah pertumbuhan jamur dalam makanan :
(1)   Roti, keju dan kue
(2)   Makanan yang pengolahannya dengan air.,
(3)   Untuk pengawetan ragi biasanya menggunakan kalsium.

Propionat dengan kadar 0,2-0,3% dari berat tepung. Propionat mempunyai aktifitas optimum pada pH 5 sampai 6.
d)           Nitrit dan Nitrat
Nitrat terdapat dalam sayuran dengan kadar yang tidak tetap, tergantung dengan keadaan tumbuhnya tanaman. Nitrat juga terdapat dalam air sumur. Nitrat sebenarnya bukan bahan toksis, tetapi akan berubah menjadi toksis jika berubah menjadi nitrit. Oleh karena itu penggunan nitrat perlu dibatasi karena pada kondisi tertentu ada kemungkinan akan berubah menjadi nitrit, misalnya:
(1)   Keadaan lambung bayi dibawah 4 bulan, tidak cukup asam hingga memungkinkan tumbuhnya mikroorganisme yang dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit. Jadi penggunaan air mengandung nitrat dengan kadar tinggi berbahaya untuk bayi.
(2)   Bayam (yang mempunyai kadar nitrat besar) baik yang belum dimasak maupun yang telah dimasak, jika disimpan dalam kondisi tertentu yang memungkinkan pertumbuhan mikroorganisme, ada kemungkinan terjadinya reduksi dari nitrat menjadi nitrit.
(3)   Keracunan pada bayi telah banyak dilaporkan yang disebabkan oleh sayur bayam yang disimpan pada suhu kamar.

Toksisitas nitrat terjadi karena adanya interaksi dengan hemoglobin hingga terjadi methamoglobin. Hemoglobin bertugas membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh, sedangkan methamoglobin tidak bisa membawa oksigen ke seluruh tubuh. Penyakit yang disebabkan oleh meningkatnya methamoglobin tersebut dinamakan methamoglobin atau lebih terkenal dengan nama “Blue Babies”.
Pengawetan daging mula-mula dilakukan dengan air garam yang ditambah kalium nitrat. Pengawet yang sebenarnya adalah nitrit yang dihasilkan dari nitrat melalui mikroorganisme yang mereduksi. Jika fungsi nitrat hanya sebagai cadangan saja, sehingga ada kecenderungan untuk menggunakan nitrit dalam pengawetan.
                                    Dalam pengawetan daging, nitrit mempunyai fungsi :
(1)   Menjadikan warna daging kemerahan.
(2)   Menambah aroma daging yang diawetkan.
(3)   Mematikan bakteri.

Aktifitas anti bakteri dari nitrit sangat penting dalam pengawetan daging kalengan yang disterilisasi kurang sempurna. Penggunaan nitrit pada ikan dapat menyebabkan terbentuknya nitrosamine yang sangat berbahaya. Terutama ikan laut yang sangat banyak mengandung trimetilamin, trimetilaminoksida dan dimetilamin, yang akan bereaksi dengan nitrit dan terbentuk Nitrosodimetilamin. Nitrosamine yang mempunyai struktur bermacam-macam adalah merupakan “carcinogenic”. Sampai saat ini persoalan efek “carcinogenic” dari nitrit masih menjadi perdebatan karena senyawa nitrosamine memang dapat terbentuk in vitro, lebih besar daripada “carcinogenic”.
Sampai saat ini nitrit masih dipertahankan sebagai pengawet disebagian besar Negara, dengan pertimbangan bahwa kemungkinan terjadinya Clostridium botulinum dengan toksinnya lebih besar daripada “carcinogenic”.
Untuk pengawetan daging biasanya digunakan natrium nitrat tidak lebih dari 500mg/kg dan natrium nitrit tidak lebih dari 200mg/kg.


e)            Paraben (Metil dan Propil)
Pada umumnya paraben sukar larut dalam air, tetapi mudah larut dalam alkohol. Oleh sebab itu biasanya digunakan dalam bentuk garamnya (kalsium atau natrium).
Paraben masih aktif pada PH hingga 9. Paraben sangat aktif terhadap ragi dan jamur tetapi kurang aktif terhadap bakteri. Paraben dapat digunakan untuk mengawetkan makanan yang bersifat asam atau netral.
f)             Belerang dioksida dan sulfit
Pengawetan dengan belerang oksida atau sulfit lebih dikenal dengan sulfitasi yang dapat dilakukan dengan :
(1)   Gas SO2 yang akan masuk ke jaringan dan terjadi reaksi SO2+H2O H2SO3
(2)   Garam sulfit atau bisulfate atau metabisulfit. Karena sulfit dan bisulfit mudah teroksidasi menjadi sulfat, maka digunakan metabisulfit yang lebih stabil. Sulfit aktif terhadap ragi jamur dan terutama terhadap bakteri. Bentuk yang paling aktif adalah bentuk asamnya yang tidak terdisosiasi. Misalnya terhadap Escherichia coli, asam sulfit (H2SO3) mempunyai aktifitas 1000 kali jika dibandingkan dengan bisulfit (HSO3). Keasaman sangat mempengaruhi keaktifannya, misalnya pada pH 2,5 aktifitasnya 4 kali daripada pH 3,5. Pada pH 7, belerang dioksida tidak aktif lagi terhadap jamur dan ragi, sedangkan untuk bakteri diperlukan kadar 1000mg/ml.
2)      Dalam penggunaan pewarna
Bahan atau zat tambahan makanan secara alamiah yang digunakan sebagai pewarna buatan/kimia disebut pewarna sintetik. Semua pewarna sintetik bersifat larut dalam air dan tidak larut dalam hampir semua pelarut organik. Pewarna yang baik dilakukan dengan cara melarutkan terlebih dahulu pewarna yang akan digunakan dalam air, kemudian dicampurkan ke dalam makanan. Pewarna sintetik tersebut dapat diperoleh dalam bentuk serbuk, granula, pasta atau larutan.
Pewarna sintetik, warna dan indeks warna adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1 Warna Dan Indeks Warna Untuk Pewarna Sintetik
No
Nama pewarna
Warna
No. Indeks Warna
1
Amaran
Merah
16185
2
Eritrosin
Merah
45430
3
Ponceau4 R
Merah
16255
4
Kuning FCP
Jingga
15985
5
Riboflavin
Kuning Jingga
-
6
Tartrasin
Kuning
19140
7
Kuning Kuinolin
Kuning
47005
8
Hijau FCP
Hijau
42053
9
Hijau S
Hijau
44090
10
Biru Berlian
Biru
42090
11
Indigotin
Biru
73015
Sumber : Depkes 2007
Pewarna berbahaya menurut Permenkes RI No.239/Menkes/Per/V/85 yaitu :
a)            Auramine (C.I.Bsic Yellow)
b)            Alkanet
c)            Butter Yellow(C.I.Solvent Yellow 2)
d)           Black 7984 (Food Black 2)
e)            Buren Umber (Pigmen Brown 7)
f)             Chrysoidine (C.I.Food Yellow 8)
g)            Chrysine (C.I.Food Yellow 8)
h)            Citrus Rode No.2
i)              Coclate Brown FB (Food Brown 2)
j)              Fast Red (C.I.Food Red 4)
k)            Fast Yellow AB (C.I.Food Yellow 2)
l)              Guinea Green B (C.I.Acid Green No.3)
m)          Indantherene Blue RS (C.I.Food Blue 4)
n)            Magenta (C.I.Basic Violet 14)
o)            Metalin Yellow (ext dentin & C Yellow No.1)
p)            Oil Orange SS (C.I.Solvent Orange 2)
q)            Oil Orange XO (C.I.Solvent Orange 7)
r)             Oil Yellow AB (C.I.Solvent Yellow 5)
s)             Oil Yellow OB (C.I.Solvent Yellow 6)
t)             Orange G (C.I.Food Orange 2)
u)            Orange GNN (C.I.Food Orange 2)
v)            Orange RN (Food Orange 1)
Sedangkan bahan pewarna alami yang diijinkan untuk dimakan adalah :
Tabel 2.2 Bahan/Zat Alam Yang Diijinkan (Food Grade) Untuk Makanan
No
Pewarna
No. indeks Warna
(C.I.No)
Batas maksimum penggunaan
1
Anato
Anato:Cl
Natural Orange 4
75120
Secukupnya
2
B-apo-8’ karotenal
B-apo-8’ karotenal
-
Secukupnya
3
Etil B-apo-8’ Rotenoat
Ethyl B-apo-8’ Roteneate
-
Secukupnya
4
Karamel
Caramel
-
Secukupnya
5
Carotene
Carotene:Cl
Natural Brown 5
75130
Secukupnya
6
Karmin
Carmine:Cl
Natural red 4
75470
Secukupnya
7
Klorofil
Chlorophyll:Cl
Natural green 3
75310
Secukupnya
8
Saffron
Saffron:Cl
Natural yellow 6
75100
Secukupnya
9
Santasantin
Canthaxanthine
-
Secukupnya
10
Titanium dioksida
Titanium dioxide:Cl
Piment white 6
77891
Secukupnya
11
Turmerik
Turmeric:Cl
Natural yellow 3
75300
Secukupnya
Sumber: Depkes RI, Dirjen PPMPLP,1997


Tabel 2.3 Bahan/Zat Sintetik Untuk Makanan
No
Pewarna
No. indeks Warna
(C.I.No)
Batas maksimum penggunaan
1
Amaran
Amaranth:Cl
Food Red 9
16185
Secukupnya
2
Biru Berlian
Brilliant blue FCF:Cl Food blue 2
42090
Secukupnya
3
Eritrosin
Erytrosin:Cl
Food Red 14
45430
Secukupnya
4
Hijau FCF
Fast Green FCF:Cl
Food Green
42653
Secukupnya
5
Hijau S
Green S:Cl
Food Blue 4
44090
Secukupnya
6
Indigotin
Indigatine:Cl
Food Blue 1
73015
Secukupnya
7
Ponceau 4 R
Ponceau 4 R:Cl
Food Red 7
6255
Secukupnya
8
Kuning kuinolin
Quinoline Yellow:Cl Food Yellow 13
47005
Secukupnya
9
Kuning FCF
Sanset Yellow FCF:Cl Food Yellow 3
15983
Secukupnya
10
Riboflavin
Riboflavina
-
Secukupnya
11
Tartrazin
Tartrazine:Cl Food Yellow 4
19140
Secukupnya
Sumber: Depkes RI, Dirjen PPMPLP, 1997

 
Home | Contact Us
fatma17.com | as.fatma@yahoo.com | Copyright2010. All Rights Reserved | Powered by: FaTMa