Selasa, 23 Februari 2010



WHO Antro 2009 – Program Antropometri

http://balitakami.files.wordpress.com/2009/09/image3.pngimageSaya sudah pernah memberikan link di salah satu post mengenai gizi buruk. Tapi karena yang lebih ingin memantau balitanya justru adalah ibu-ibu di Group Tumbuh Kembang maka saya mengkhususkan untuk memberikan link lagi di sini :

* Software Pengukuran Antropometri WHO 2009 for Windows XP SP3 & Vista
* Software Pengukuran Antropometri WHO 2005 for Windows XP ~ SP2

Agar ada gambaran bagaimana software tersebut, maka disebelah ini adalah tayangan awal pada saat aplikasi tersebut di load.

Ada 3 modul

1. Antropometric calculator
2. Individual Assessment
3. Nutritional Survey

Untuk Antropometric calculator barangkali berguna untuk petugas gizi yang mengadakan konseling, karena bisa langsung melihat status gizi yang dientry saat itu saja. Sedangkan untuk ibu-ibu yang ingin memantau perkembangan anaknya bisa melihat pada Individual assessment.

http://balitakami.files.wordpress.com/2009/09/image.png
http://balitakami.files.wordpress.com/2009/09/image1.png
Seperti bisa terlihat disini 1 anak bisa langsung terlihat semua statusnya dan bisa terus terdata untuk kunjungan berikutnya. Dan bisa terlihat dalam bentuk grafik seperti KMS. Juga disini ada beberapa patokan antropometri yang digunakan :

* Berat badan menurut umur (BB/U)
* Panjang badan atau Tinggi badan menurut umur (TB/U)
* Berat badan menurut tinggi badan (BB/TB)
* Basal Mass Index (BMI)
* Lingkar kepala (HC atau LIKA)
* Lingkar Lengan (MUAC atau LILA)

Selanjutnya didalam masing2 instaler ada help yang digunakan. Bila anda kesulitan, bisa kita diskusikan disini. Sejauh ini yang sangat berguna bagi kami di Puskesmas baru modul 1 dan 2. sedangkan untuk survey karena tidak diadakan setiap tahun maka belum ada pengalaman.

Senin, 15 Februari 2010

MENGETAHUI STATUS GIZI BALITA ANDA

status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua. Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini, bersifat irreversible (tidak dapat pulih).

Data tahun 2007 memperlihatkan 4 juta balita Indonesia kekurangan gizi, 700 ribu diantaranya mengalami gizi buruk. Sementara yang mendapat program makanan tambahan hanya 39 ribu anak.

Ditinjau dari tinggi badan, sebanyak 25,8 persen anak balita Indonesia pendek (SKRT 2004). Ukuran tubuh yang pendek ini merupakan tanda kurang gizi yang berkepanjangan. Lebih jauh, kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Padahal, otak tumbuh selama masa balita. Fase cepat tumbuh otak berlangsung mulai dari janin usia 30 minggu sampai bayi 18 bulan.

anak_gizi_baikMenurut ahli gizi dari IPB, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS, standar acuan status gizi balita adalah Berat Badan menurut Umur (BB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB), dan Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Sementara klasifikasinya adalah normal, underweight (kurus), dan gemuk.

Untuk acuan yang menggunakan tinggi badan, bila kondisinya kurang baik disebut stunted (pendek). Pedoman yang digunakan adalah standar berdasar tabel WHO-NCHS (National Center for Health Statistics).

Status gizi pada balita dapat diketahui dngan cara mencocokkan umur anak (dalam bulan) dengan berat badan standar tabel WHO-NCHS, bila berat badannya kurang, maka status gizinya kurang.

Di Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), telah disediakan Kartu Menuju Sehat (KMS) yang juga bisa digunakan untuk memprediksi status gizi anak berdasarkan kurva KMS. Perhatikan dulu umur anak, kemudian plot berat badannya dalam kurva KMS. Bila masih dalam batas garis hijau maka status gizi baik, bila di bawah garis merah, maka status gizi buruk.

Bedanya dengan balita, status gizi orang dewasa menggunakan acuan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau disebut juga Body Mass Index (BMI). Nilai IMT diperoleh dengan menghitung berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan kuadrat (dalam meter persegi). IMT normal bila angkanya antara 18,5 dan 25; kurus bila kurang dari 18,5; dan gemuk bila lebih dari 25. Sebagai contoh orang bertinggi 1,6 meter, maka berat badan ideal adalah 48-64 kg.

Parameter yang umum digunakan untuk menentukan status gizi pada balita adalah berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Lingkar kepala sering digunakan sebagai ukuran status gizi untuk menggambarkan perkembangan otak.

Sementara parameter status gizi balita yang umum digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut umur. Parameter ini dipakai menyeluruh di Posyandu.

Menurut Prof. Ali, untuk membedakan balita kurang gizi dan gizi buruk dapat dilakukan dengan cara berikut. Gizi kurang adalah bila berat badan menurut umur yang dihitung menurut Skor Z nilainya kurang dari -2, dan gizi buruk bila Skor Z kurang dari -3. Artinya gizi buruk kondisinya lebih parah daripada gizi kurang.
anak_gizi_burukBalita penderita gizi kurang berpenampilan kurus, rambut kemerahan (pirang), perut kadang-kadang buncit, wajah moon face karena oedema (bengkak) atau monkey face (keriput), anak cengeng, kurang responsif. Bila kurang gizi berlangsung lama akan berpengaruh pada kecerdasannya.

Penyebab utama kurang gizi pada balita adalah kemiskinan sehingga akses pangan anak terganggu. Penyebab lain adalah infeksi (diare), ketidaktahuan orang tua karena kurang pendidikan sehingga pengetahuan gizi rendah, atau faktor tabu makanan dimana makanan bergizi ditabukan dan tak boleh dikonsumsi anak balita.

Kurang gizi pada balita dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik maupun mentalnya. Anak kelihatan pendek, kurus dibandingkan teman-temannya sebaya yang lebih sehat. Ketika memasuki usia sekolah tidak bisa berprestasi menonjol karena kecerdasannya terganggu.

Untuk mengatasi kasus kurang gizi memerlukan peranan dari keluarga, praktisi kesehatan, maupun pemerintah. Pemerintah harus meningkatkan kualitas Posyandu, jangan hanya sekedar untuk penimbangan dan vaksinasi, tapi harus diperbaiki dalam hal penyuluhan gizi dan kualitas pemberian makanan tambahan, pemerintah harus dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat agar akses pangan tidak terganggu.

Para ibu khususnya harus memiliki kesabaran bila anaknya mengalami problema makan, dan lebih memperhatikan asupan makanan sehari-hari bagi anaknya. Anak-anak harus terhindar dari penyakit infeksi seperti diare ataupun ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas).

Semua nutrisi penting bagi anak dalam usia pertumbuhan. Prof. Ali berpesan untuk memperhatikan asupan sayur dan pangan hewani (lauk pauk), konsumsi susu tetap dipertahankan, jangan terlalu banyak makanan cemilan (junk food) yang akan menyebabkan anak kurang nafsu makan. Perhatikan juga asupan empat sehat lima sempurna dengan kuantitas yang cukup.

Minggu, 14 Februari 2010

KEBUTUHAN GIZI PADA IBU HAMIL DAN MENYUSUI

Makanan bergizi harus dipersiapkan sebelum seorang ibu berencana hamil. Sehingga pada saat hamil, badan sudah terkondisikan dengan sangat baik untuk pertumbuhan janin. Minggu-minggu pertama kehamilan adalah masa di mana organ tubuh yang penting terbentuk. Kekurangan gizi pada saat ini dapat menimbulkan kelainan pada bayi atau bahkan kelahiran prematur. Karena itu, gizi seimbang penting untuk pertumbuhan janin.
Pertumbuhan sel yang cepat terjadi sejak dua minggu setelah konsepsi dan mulai terbentuk plasenta. Minggu kedua hingga ke delapan terjadi pembentukan organ-organ seperti jantung, paru-paru, ginjal, hati dan tulang. Volume darah pun meningkat drastis, hingga sampai akhir kehamilan volume darah menjadi 4/3 kali volume darah normal. Ini menyebabkan terjadinya pengenceran darah, sehingga kadar hemoglobin (Hb), albumin, dan zat lain menurun.
Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu, pengaliran makanan dari pembuluh darah ibu ke pembuluh darah janin melalui plasenta. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna.
Beberapa nutrisi penting yang diperlukan ibu hamil diantaranya adalah Sumber kalori (Karbohidrat & Lemak), protein, asam folat, Vit B12, zat besi, zat seng, kalsium, vitamin C, vitamin A, Vitamin D, vitamin B6, vitamin E. Sedangkan nutrisi yang dibutuhkan bagi jani dalam kandungan diantaranya DHA, gangliosida (GA), asam folat, zat besi, EFA, FE dan kolin.
Sumber Kalori
Seorang ibu hamil akan melahirkan bayi sehat bila tingkat kesehatan dan gizinya berada pada kondisi baik. Hasil SKRT 1995 menunjukkan bahwa 41 % ibu hamil di indonesia menderita Kurang Energi Kronis (KEK) dan 51 % menderita anemia, dan ini menyebabkan kecenderungan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Bagi ibu hamil, pada dasarnya semua zat gizi memerlukan tambahan. Kebutuhan energi untuk kehamilan normal perlu tambahan kira-kira 80.000 kalori selama 280 hari, hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama kehamilan.
Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal, kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. Energi tambahan untuk trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti, penambahan volume darah, pertumbuhan uterus dan payudara, serta penumpukan lemak. Selama trimester III tambahan energi digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta
Sumber energi utama bagi ibu hamil adalah Kabohidrat dan lemak. Sumber karbohidrat antara lain nasi, roti, sereal dan gandum. Agar kebutuhan karbohidrat terpenuhi disarankan makan 3 porsi karbohidrat setiap hari. Lemak juga menghasilkan energi, dan menghemat protein untuk dimanfaatkan dalam fungsi-fungsi pertumbuhan. Lemak digunakan untuk pembentukan materi membran sel dan pembentukan hormon, pembentukan jaringan lemak, disamping itu lemak membantu tubuh untuk menyerap nutrisi. Namun demikian dalam kondisi hamil asupan lemak juga harus dibatasi karena kandungan kalorinya yang tinggi.
Protein
Sama halnya dengan energi, selama kehamilan kebutuhan protein juga meningkat, bahkan sampai 68 % dari sebelum kehamilan. Hal ini dikarenakan protein diperlukan untuk pertumbuhan jaringan pada janin. Jumlah protein yang harus tersedia sampai akhir kehamilan diperkirakan sebanyak 925 g, yang tertimbun dalam jaringan ibu, plasenta, serta janin. Dianjurkan penambahan protein sebanyak 12 g/hari selama kehamilan. Dengan demikian dalam satu hari asupan protein dapat mencapai 75 – 100 g (sekitar 12 % dari jumlah total kalori).
Asam Folat
Asam folat termasuk vitamin B komplek, yakni vitamin B9. Kebutuhan asam folat pada ibu hamil dan usia subur sebanyak 400 mikrogram perhari atau setara dengan 2 gelas susu. Folat didapatkan dari sayuran berwarna hijau (seperti bayam, asparagus), jeruk, buncis, kacang-kacangan dan roti gandum. Selain itu folat juga dapat didapatkan dari suplementasi asam folat.

Dalam tubuh, asam folat berfungsi sebagai ko-enzym dalam sintesa asam amino dan asam nukleat. Folat juga diperlukan pada pembentukan dan pematangan sel darah merah dan sel darah putih di sumsum tulang. Selain itu folat juga berperan sebagai pembawa karbon tunggal pada pembentukan heme pada molekul hemoglobin. Kekurangan asam folat menyebakan gangguan metabolisme DNA. Akibatnya terjadi perubahan dalam morfologi inti sel, terutama pada sel-sel yang cepat membelah seperti erytrosit, leukosit, sel epitel lambung dan usus, epitel vagina dan servik uterus. Pada ibu hamil, folat memegang peranan penting dalam perkembangan embrio, diantaranya adalah pembentukan neural tube pada bulan pertama kehamilan. Neural tube inilah sebagai awal pembentukan otak dan sumsum tulang belakang.

Di Jakarta, tiga dari lima atau 60 % wanita usia subur memiliki kadar folat kurang dari kadar folat ideal. Kekurangan folat dapat terjadi karena intake makanan berkurang, gangguan absorbsi pada pencernaan, alkoholis, pengaruh obat, atau kebutuhan internal yang meningkat karena pertumbuhan sel yang cepat misalnya pada kehamilan, ibu menyusui, anemia hemolitik dan leukimia. Kekurangan asam folat pada ibu hamil menyebabkan meningkatnya resiko anemia, keguguran, neural tube defect. Pada janin kekurangan asam folat akan meningkatkan resiko bayi lahir dengan berat badan rendah atau lahir dengan cacat bawaan, kecacatan pada otak dan sumsum tulang belakang, down’s syndrome, bibir sumbing, kelainan pembuluh darah, dan lepasnya plasenta sebelum waktunya.

Zat Besi
Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi selama kehamilan. Ibu hamil pada umumnya mengalami deplesi besi sehingga hanya sedikit memberi zat besi kepada janin yang dibutuhkan untuk metabolism besi normal. Zat besi dibutuhkan untuk pembetukan hemoglobin, sedangkan selama kehamilan volume darah akan meningkat akibat perubahan pada tubuh ibu dan pasokan darah bayi. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan dan hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak, kematian janin dalam kandungan, abortus, cacat bawaan, lahir dengan berat badan rendah dan anemia pada bayi.
Kalsium
Janin mengumpulkan kalsium dari ibunya sekitar 25 sampai 30 mg sehari. Paling banyak ketika trimester ketiga kehamilan. Ibu hamil dan bayi membutuhkan kalsium untuk menguatkan tulang dan gigi. Selain itu kalsium juga digunakan untuk membantu pembuluh darah berkontraksi dan berdilatasi. Kalsium juga diperlukan untuk mengantarkan sinyal syaraf, kontraksi otot dan sekresi hormon. Jika kebutuhan kalsium tidak tercukupi dari makanan, kalsium yang dibutuhkan janin akan diambil dari ibu. Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah sekitar 1000 mg perhari. Sumber kalsium dari makanan diantaranya product susu seperti susu, yoghurt. Ikan teri juga merupakan sumber kalsium yang baik.
Vitamin C
Vitamin C yang dibutuhkan janin tergantung dari asupan makanan ibunya. Vitamin C merupakan antioksidan yang melindungi jaringan dari kerusakan dan dibutuhkan untuk membentuk kolagen dan menghantarkan sinyal kimia di otak. Wanita hamil setiap harinya disarankan mengkonsumsi 85 mg vitamin C per hari. Anda dapat dengan mudah mendapatkan vitamin C dari makanan seperti tomat, jeruk, strawberry, jambu biji dan brokoli. Makanan yang kaya vitamin C juga membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.
Vitamin A
Vitamin A memegang peranan penting dalam fungsi tubuh, termasuk fungsi penglihatan, imunitas, serta perkembangan dan pertumbuhan embrio. Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah.

Kebutuhan Gizi pada Ibu Menyusui
Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Kebutuhan nutrisi selama laktasi didasarkan pada kandungan nutrisi air susu dan jumlah nutrisi penghasil susu. Ibu menyusui disarankan memperoleh tambahan zat makanan 800 Kkal, kebutuhan kalori ini lebih tinggi bila dibanding saat kehamilan. Kandungan kalori ASI rata-rata yang dihasilkan ibu dengan nutrisi baik adalah 70 kal/100 ml, dan kira-kira 85 kal diperlukan oleh ibu untuk tiap 100 ml yang dihasilkan. Rata-rata ibu menggunakan kira-kira 640 kal/hari untuk 6 bulan pertama dan 510 kal/hari selama 6 bulan kedua untuk menghasilkan susu normal.


Kebutuhan nutrient ibu menyusui meliputi;
Protein
Ibu memerlukan tambahan 20 gram diatas kebutuhan normal ketika menyusui. Jumlah ini hanya 16 % dari tambahan 500 kal yang dianjurkan.
Cairan
Nutrisi lain yang diperlukan selama laktasi adalah asupan cairan. Dianjurkan ibu menyusui minum 2 – 3 liter perhari, dalam bentuk air putih, susu dan jus buah.
Vitamin dan Mineral
Kebutuhan vitamin dan mineral selama menyusui lebih tinggi dari pada selama hamil
Kompenen nutrient dalam ASI antara lain; protein, laktosa dan lemak. Kadar protein ASI sebesar 0,9%, sebesar 60 % diantaranya berupa whey yang lebih mudah dicerna dari pada kasein (protein utama susu sapi). Lemak di dalam ASI merupakan campuran dari fosfolipid, kolesterol, vitamin A dan karotinoid. Dalam ASI juga terdapat Asam Amino (sistin dan taurin) yang tidak terdapat dalam susu sapi. Sistin digunakan untuk pertumbuhan somatik dan taurin untuk pertumbuhan otak.
Selain itu ASI juga mengandung zat immunitas, seperti sel T dan immunoglobulin, yang merupakan pertahan tubuh spesifik. Juga mengandung sel fagosit, komplemen C2 dan C4, lisosom, laktoperoksidase, laktoferin, transferin, yang merupakan pertahan tubuh non spesifik. Dengan mengikat besi, laktoferin telah berperan menghambat pertumbuhan bacteri staphylococcus dan E. Coli yang memerlukan zat besi untuk pertumbuhannya. Laktoferin juga menghambat pertumbuhan jamur candida.
Selain itu, Lactobacillus bifidus di dalam ASI berfungsi mengubah laktosa menjadi asam laktat dan asam asetat. Kedua asam ini menjadikan saluaran pencernaan menjadi asam sehingga menghambat pertumbuhan microorganisme, seperti E. Coli, shigella dan jamur.

BALITA GIZI BURUK

PDF Print E-mail
1. TANDA-TANDA KLINIS GIZI BURUK PADA MARASMUS
  • Tampak sangat kurus
  • Wajah seperti orang tua
  • Iga gambang perut cekung
  • Otot paha mengendor (Baggy Pant)
  • Mengecilnya (atrofi) otot lengan dan tungkai


 2. TANDA-TANDA KLINIS GIZI BURUK PADA KWASIORKOR
  •  Bengkak (Edema) seluruh tubuh (terutama pada kedua punggung khaki)
  • Wajah bulat (moon face) dan sembab
  • Cengeng / rewel / apatis
  • Perut buncit (Acites)
  • Bercak kulit yang luas dan kehitaman / bintik kemerahan


3. Tanda-tanda klinis pada Marasmus Kwashiorkos merupakan gabungan Marasmur dan kwarshiorkor

Minum Soft Drink Dua Kali Sepekan Atau Lebih Beresiko Kanker Pankreas

Minum Soft Drink Dua Kali Sepekan Atau Lebih Beresiko Kanker Pankreas
 Anda orang yang suka minum minuman soda atau soft drink yang manis dengan frekuensi dua atau lebih dalam seminggu? Sebaiknya segera tinggalkan perilaku seperti itu, kalau tidak ingin mempunyai risiko yang jauh lebih tinggi dengan kanker pankreas.


Para peneliti melaporkan, kanker ini tidak biasa tapi mematikan. Orang yang minum jus buah daripada soda bukannya tidak memiliki risiko yang sama, papar penelitian yang melibatkan 60.000 orang di Singapura.

Menurut Mark Pereira dari Universitas Minnesota, yang memimpin penelitian ini, gula mungkin menjadi penyebabnya, tetapi orang yang minum soda manis secara teratur sering memiliki kebiasaan yang buruk bagi kesehatan. “Gula tingkat tinggi dalam minuman ringan dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, yang kita anggap memberikan kontribusi pada pertumbuhan sel kanker pankreas," kata Pereira.

Insulin, membantu tubuh melakukan metabolisme gula, yang dibuat di pankreas. Dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomakers & Pencegahan, Pereira dan kolega, mengatakan bahwa mereka mengikuti 60.524 pria dan wanita di Jurusan Studi Kesehatan Cina di Singapura selama 14 tahun.

Selama waktu itu, 140 dari para relawan mengalami perkembangan kanker pankreas. Mereka yang minum dua atau lebih soft drink per minggu memiliki 87 persen risiko lebih tinggi di antara mereka yang menderita kanker pankreas.

Pereira mengatakan, dia yakin temuan akan berlaku di tempat lain. "Singapura adalah negara makmur dengan perhatian kesehatan yang sangat baik. Selain itu juga tempat favorit untuk makan dan belanja, sehingga temuan harus diterapkan pada negara-negara barat lainnya," katanya.

Tapi Susan Mayne dari Pusat Kanker Yale di Universitas Yale Connecticut, mengatakan bahwa meski studi ini menemukan risiko, temuan itu didasarkan pada jumlah yang relatif kecil dan masih belum jelas apakah itu sebuah asosiasi kausal atau tidak," kata Mayne, yang melayani anggota dewan jurnal yang diterbitkan oleh American Association for Cancer Research.

"Minuman ringan yang dikonsumsi di Singapura dikaitkan dengan beberapa perilaku yang merugikan kesehatan lainnya seperti merokok dan asupan daging merah, yang tidak dapat kita kontrol secara akurat."

Studi-studi lain telah dikaitkan antara kanker pankreas dengan daging merah, terutama daging yang dibakar atau hangus. Kanker pankreas adalah salah satu bentuk kanker paling mematikan, dengan 230 ribu kasus secara global. Di Amerika Serikat, 37.680 orang didiagnosa menderita kanker pankreas dalam satu tahun dan 34.290 orang meninggal karenanya.

Menu Variasi, Anak Bergizi

Menu Variasi, Anak Bergizi
Gizi.net - Daffa berlarian menghindari suapan makan ibunya. Bocah 4 tahun itu "ngeyel" bila dikasih sayur seperti wortel atau bayam. Dia mengatakan, "Sudah kenyang karena sudah minum susu."

Padahal beberapa hari belakangan dia jarang melahap menu lain selain susu. Ibunya, Leni, 32 tahun, mengatakan anaknya doyan sekali susu. Pernah, kata Leni, pada fase tertentu Daffa tidak mau makan sama sekali. "Hanya susu sama sedikit biskuit."

Pemberian makan kepada anak kerap jadi masalah buat orang tua. Presiden Direktur PT Mead Johnson Indonesia Martin Ibarreche dalam diskusi gizi di Jakarta pekan lalu menyebutkan, berdasarkan studi konsumen oleh Synovate, perusahaan survei marketing, pada 2007, hampir 50 persen ibu menghadapi anak susah makan dan picky eater, alias hanya mau makan makanan yang disukai.
Dari data itu, ahli gizi dr Fiastuti Witjaksono, MS, SpG(K), menyarankan orang tua mengajari anak makan makanan yang bervariasi serta bergizi. Menurut Fiastuti, pola makan dini pada anak mempengaruhi pola makan selanjutnya saat mereka tumbuh berkembang. "Kalau orang tua tidak memberi menu variasi, jangan harap saat anak sudah dewasa mau makan macam-macam," katanya dalam kesempatan yang sama.

Pemberian variasi makanan, dianjurkan oleh Fiastuti, dimulai dari anak usia 6 bulan. Dalam kasus anak yang tidak bisa lepas dari susu, lulusan spesialis gizi klinik Universitas Indonesia ini memberikan tip agar orang tua mencari makanan yang enaknya melebihi susu.

Misalnya, si ibu membuat puding memakai susu. Kemudian sausnya dikreasi dari buah yang diblender. Akali juga agar si kecil doyan makan sayur dengan menyelipkannya ke dalam roti. Artinya, sayur bisa dicampur buah dan membuat warnanya lebih bagus, "Seperti dibikin salad, jangan gado-gado terus," Fiastuti menganjurkan.

Sebenarnya, susu saja sudah mencukupi gizi anak. Namun, Fiastuti menjelaskan, mereka butuh makanan berserat agar saluran pencernaannya berkembang dengan baik. Selain itu, jika susu saja, si anak tidak belajar mengunyah.
Menurut Fiastuti, jangan sampai anak menjadi picky eater alias pilih-pilih makanan. "Saya dari kecil tidak pernah makan makanan mentah. Begitu ke restoran Jepang, saya tidak doyan," spesialis yang praktek di Klinik Spesialis Gizi Semanggi ini bercerita.

Dengan menu bervariasi, si anak akan mengenal berbagai rasa dan tekstur makanan. Selain itu, mereka mendapat manfaat kandungan gizi yang didapat dari menu yang variatif. Yang jelas, jangan pernah mempromosikan makanan cepat saji pada anak. Justru sebaliknya, si ibu harus kreatif menandingi makanan junk food itu.

Fiastuti melarang anak di bawah 1 tahun diberi gula, garam, dan penyedap rasa berlebihan. Anak juga perlu dibiasakan jauh dari makanan cokelat, permen, gorengan, es sirop, dan soft drink. Di sini, orang tua harus menjadi role model. Sayangnya, ia mengatakan, malah banyak anak merayakan ulang tahun di restoran cepat saji atas prakarsa orang tua.

Yang perlu diperhatikan pula, anak itu tidak boleh diet ketat. Jadi berbeda dengan orang dewasa, yang pada kondisi tertentu dibolehkan diet rendah lemak ataupun kalori. "Anak tidak boleh diet ketat karena masih menjalani masa pertumbuhan," kata pengurus Perhimpunan Gizi Klinik Indonesia ini.
Jika orang tua telah memberikan makanan yang baik dan bergizi cukup, Fiastuti tidak menganjurkan pemberian suplemen, bahkan tidak memerlukan lagi susu. l

Agar Anak Doyan Menu Bergizi
1. Jangan pernah memaksa anak untuk makan buah dan sayur.
2. Selipkan sayur atau buah di dalam makanan yang disukai anak, seperti dalam roti atau risol.
3. Mengkreasi bentuk yang menarik dari buah dan sayur, misalnya, dengan membentuk mainan yang dia sukai.
4. Modifikasi sayuran lembek menjadi crispy dan garing, misalnya bayam digoreng dengan dibubuhi tepung.
5. Gunakan alat makan yang menarik, seperti figur-figur kartun atau idola si anak.

Rabu, 10 Februari 2010

PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK KESEHATAN KELUARGA

Pengertian TOGA
Toga adalah singkatan dari tanaman chat keluarga. Taman obat keluarga pada hakekatnya sebidang tanah baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman ohat atau bahan ohat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat , khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Pemanfaatan Tanaman Obat
Berbicara tentang pemanfaatan tanaman obat atau bahan obat alam pada umumnya sebenarnya bukanlah merupakan hal yang baru. Sejak terciptanya manusia di permukaan bumi, telah diciptakan pula alam sekitarnya mulai dari Baru itu pula manusia mulai mencoba memanfaatkan alam sekitarnya untuk memenuhi keper uan alam kehidupannya, termasuk keperluan akan obat-obatan dalam angka mengatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. Kenyataan menunjukkan bahwa dengan bantuan obat-obatan asal bahan alam tersebut, masyarakat dapat mengatasi masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. Hal ini menunjukkan bahwa chat yang berasal dari sumber bahan alam khususnya tanaman telah memperlihatkan peranannya dalam penyelenggaraan upaya-upaya kesehatan masyarakat. Adapun pemanfaatan TOGA yang digunakan untuk pengobatan gangguan kesehatan keluarga menurut gejala umum adalah:
1. Demam panas
2. Batuk
3. Sakit perut
4. Gatal-gatal

KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI)

keluarga
Keluarga sadar gizi (KADARZI) adalah keluarga yang mampu mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya.Suatu keluarga disebut KADARZI apabila telah berperilaku gizi yang baik secara terus-menerus.

PERILAKU SADAR GIZI ADALAH:
  1. Menimbang berat badan secara teratur
  2. Memberikan Air Susu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai umur enam bulan (ASI Eksklusif)
  3. Makan beraneka ragam
  4. Menggunakan garam beryodium
  5. Minum suplemen gizi sesuai anjuran
MENGAPA PERLU MENIMBANG BERAT BADAN SECARA TERATUR ?
  • Berat badan merupakan petujuk yang baik untuk mengetahui keadaan gizi dan kesehatan.
  • Perubahan berat badan menunjukkan perubahan konsumsi makanan dan atau gangguan kesehatan.
  • Menimbang berat badan sangat mudah dan dapat dilaksanakan dimana saja.
MENGAPA PERLU MEMBERIKAN AIR SUSU IBU (ASI) SAJA?
  • ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, bersih dan sehat.
  • ASI saja cukup untuk mengetahui kebutuhan gizi bayi sampai usia 6 bulan untuk tumbuh kembang normal.
  • Meningkatkan kekebalan tubuh bayi.
  • Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi
  • Praktis dan murah
MENGAPA PERLU MAKAN BERANEKA RAGAM?
  • Tidak ada satu jenis bahan makanan pun yang memenuhi kebutuhan zat gizi.
  • Aneka ragam makanan menyediakan kebutuhan semua zat gizi bagi tubuh.
  • Untuk bisa memenuhi semuakebutuhan zat gizi, makanan sehari-hari terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur dan buah.
MENGAPA KELUARGA PERLU SELALU MENGGUNAKAN GARAM BERYODIUM?
  • Zat yodium diperlukan tubuh setiap hari.
  • Bahan makanan dan air minum yang biasa kita konsumsi umumnya mengandung sedikit zat yodium.
  • Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) menimbulkan penurunan kecerdasan dan gangguan pertumbuhan.
MENGAPA PERLU MINUM SUPLEMEN GIZI SESUAI ANJURAN?
tetes_bayi
  • Kebutuhan Vitamin A pada kelompok bayi, balita, ibu hamil dan ibu menyusui meningkat dan seringkali tidak bisa dipenuhi dari makanan sehari-hari.
  • Contoh suplemen yang biasa diberikan misalnya Fe pada ibu hamil, Vitamin A pada bayi, balita dan ibu nifas

 
Home | Contact Us
fatma17.com | as.fatma@yahoo.com | Copyright2010. All Rights Reserved | Powered by: FaTMa